Haikal Firmansyah Soroti Lampu Terowongan Bypass BIL–Mandalika yang Mati Total, Desak Pemerintah Segera Bertindak
| LOMBOK TENGAH – Kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah terowongan sepanjang jalur Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Kawasan Mandalika kembali menjadi sorotan. Hingga pertengahan Juni 2026, lampu penerangan di terowongan Desa Tanak Awu dan Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, dilaporkan masih tidak berfungsi sehingga menyebabkan kondisi gelap pada malam hari.
Situasi tersebut dikeluhkan oleh masyarakat dan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur utama menuju kawasan pariwisata Mandalika. Selain mengurangi kenyamanan berkendara, kondisi minim penerangan juga dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi hal tersebut, Haikal Firmansyah, selaku Ketua Bidang Pemberdayaan Pemuda LSM KPK RI, menyampaikan keprihatinannya dan meminta pihak terkait segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Menurut Haikal, jalur Bypass BIL–Mandalika merupakan salah satu akses strategis yang tidak hanya digunakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara yang berkunjung ke Mandalika.
"Kami mempertanyakan mengapa hingga saat ini lampu penerangan di terowongan Bypass BIL menuju Mandalika masih belum berfungsi. Padahal jalur ini merupakan akses penting yang setiap hari dilalui ribuan pengguna jalan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," ujar Haikal Firmansyah.
Ia menilai keberadaan lampu penerangan di area terowongan sangat penting untuk memberikan rasa aman dan mengurangi potensi kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat cuaca kurang bersahabat.
Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, kondisi gelap di dalam terowongan disebut telah berlangsung cukup lama dan diduga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.
Karena itu, Haikal mendesak instansi yang berwenang, baik pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya, untuk segera melakukan pengecekan serta perbaikan terhadap seluruh fasilitas penerangan yang tidak berfungsi.
"Kami berharap ada tindakan cepat dan konkret. Jangan menunggu sampai ada korban yang lebih banyak baru dilakukan perbaikan. Infrastruktur keselamatan seperti penerangan jalan harus mendapatkan perhatian serius," tegasnya.
Haikal juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi fasilitas publik dan melaporkan apabila menemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat berharap pemerintah segera merespons keluhan tersebut agar lampu penerangan di sepanjang terowongan Bypass BIL menuju Kawasan Mandalika dapat kembali berfungsi dengan baik, sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin.
Editor :jhon